Tulung kepenthung, alasan orang tidak menolong.



workshop ngeblog dapat uang

Ya judulnya mungkin agak aneh bagi kebanyakan orang.  Tulung kepenthung saya anggap bahasa jawa banyumasan. Untuk parikan / peribahasa jawa saya lupa apakah ada atau tidak. Sepertinya saya hanya dengar tulung menthung.

Well (halah),  tulung dalam bahasa Indonesia adalah tolong, sedangkan kepenthung dalam bahasa Indonesia adalah terpukul. Jadi tulung kepenthung adalah menolong malah terpukul / menolong malah repot atau  sial atau menolong malah tertimpa tangga :)

Yang saya bahas adalah kenyataan sehari-hari di lingkungan sekitar saja. Bangsa Indonesia katanya ramah tamah, suka gotong-royong, saling membantu, bilakah anda merasakannya sekarang ?

Kasus 1: MR X akan berangkat kerja, menggunakan mobil (kantor), di perjalanan dihentikan masyarakat agar mengangkut seseorang yang luka karena kecelakaan, ke rumah sakit yang searah dengan tempat bekerja. Dengan niat menolong, diantarlah seseorang tersebut, yang dalam keadaan tidak sadar, ke rumah sakit. Setelah seseorang tersebut diturunkan dan dibawa oleh paramedis, bergegas MR X ke arah pintu mobil untuk cepat-cepat ke kantor, tapi dikejar 2  suster dan dihalangi dengan berbagi pertanyaan hingga datanglah aparat yang lagi-lagi menanyai berbagai hal bahkan meminta SIM dan STNK untuk ditahan. Tentu saja MR X ngotot tidak mau. Alhasil MR X terlambat masuk kantor, dan harus ke kantor aparat 2 kali dimintai keterangan. Sementara masyarakat yang menghentikan entah dimana karena telah bubar ke rumah masing-masing. Hasil akhir, MR X tidak pernah berhenti lagi ketika dihentikan masyarakat agar menghantar korban laka lantas.

Kasus 2: Dahulu sekali ketika HP masih mainan James Bond, dan telepon rumah masih jarang, MR X diketahui memiliki telepon rumah. Tetangga saling memberi tahu nomer telepon rumah MR X. Beberapa tetangga yang membutuhkan kabar mendesak berkomunikasi melalui telepon MR X, dengan sopan dan mengucapkan terima kasih.  Suatu ketika di tengah hujan deras, telepon berdering, ketika diangkat,  seorang tetangga yang merantau, bersuara dengan nada memerintah agar memanggil keluarganya dengan cepat. Mr X berpikir, saat ini  dilingkungannya,  keluarga sang perantau tidak dalam keadaan gawat/mendesak. Dan sang perantau menelpon tanpa sopan santun sama sekali bahkan dengan nada memerintah. Tentu saja MR X tidak mau berhujan-hujanan, dan menolaknya. Sejak saat itu MR X tidak mau telepon rumahnya digunakan tetangga untuk berkomunikasi.

Demikan contoh kasus, sehingga bila anda melihat tayangan televisi tentang luar negeri yang katanya orangnya individualis, kok mau menolong kucing masuk lobang galian atau hewan lain terseret banjir, dan Ambulance segera meluncur ketika ada laka lantas, sedangkan di Indonesia yang katanya suka menolong, Ambulance ditelpon, siapa yang bayar ?

Pengalaman Anda bagaimana? pernah menolong malah tertimpa tangga ?

No related posts.

Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.

Tags: ,

About the Author